Dan aku mengira saat itu semua telah mati
Rasanya aku sudah benar-benar sekarat, ya rasaku sekarat
Tapi rasa masih saja bertahan, ya tetap teguh pada pendiriannya
Meski sekuat tenaga sudah kau coba membunuh rasa itu
Rasanya aku sudah benar-benar sekarat, ya rasaku sekarat
Tapi rasa masih saja bertahan, ya tetap teguh pada pendiriannya
Meski sekuat tenaga sudah kau coba membunuh rasa itu
Ah, Tidak!
Bukan hanya kau yang mencobanya
Aku juga! Aku juga telah mencoba membunuhnya
Tapi denyut rasa itu ada, kekuatan rasa itu nyata
Dia tetap bertahan, ya dia sekarat tapi tidak mati
Bukan hanya kau yang mencobanya
Aku juga! Aku juga telah mencoba membunuhnya
Tapi denyut rasa itu ada, kekuatan rasa itu nyata
Dia tetap bertahan, ya dia sekarat tapi tidak mati
Aku kalah!
Akhirnya aku tak sanggup menyakiti diriku lagi
Aku mulai menata kepingan hati, mengumpulkan serpihan rasa
Aku merengkuh mereka yang tengah sekarat dengan sekuat tenaga
Dan dengan perlahan kurekatkan kembali semua serpihan
Berusaha membuatnya kembali sempurna
Akhirnya aku tak sanggup menyakiti diriku lagi
Aku mulai menata kepingan hati, mengumpulkan serpihan rasa
Aku merengkuh mereka yang tengah sekarat dengan sekuat tenaga
Dan dengan perlahan kurekatkan kembali semua serpihan
Berusaha membuatnya kembali sempurna
Dan kau tau?
Hari itu aku melihat rasa itu tak lagi sekarat
Hari itu aku melihat rasa itu lebih sempurna
Hari itu aku melihat rasa itu tak lagi sekarat
Hari itu aku melihat rasa itu lebih sempurna
Aku Bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar