Jumat, 11 April 2014

Titik gelap


  Langkahku gontai ,menatap nanar ujung jalan ini,ya sisa perjalananku yang masih harus ku tempuh..
  Aku bahkan belum menyelesaikan separuh perjalan ini,tapi aku sudah kehilangan arah,tanpa arah semua ini mulai terlihat menakutkan, sungguh, aku mulai takut sekarang.
   Perjalanan ini sudah terlalu melenceng jauh dari agendaku, tanpa arah, tanpa tujuan, IYA! tujuanku pun mulai menghilang dengan hilangnya arah, aku harus bagaimana untuk meneruskan ini, perbekalan diawal aku memulai semua ini entah raib kemana, iya yah, hilang semua, maaf. Aku bukan tak bisa bertahan dengan survival seperti yang selalu kau ajarkan untuk selalu bertahan disetiap keadaan, gadis yang kau besarkan ini tidak lagi gadis manis yang sesuai harapanmu. maaf. duniaku mulai terlihat berbeda sekarang, dulu dunia yang kau bangunkan untuk ku tinggali begitu indah dengan semua warna cerah dan cantik, sekarang aku menambahkannya dengan tinta hitam, iya.di titik gelap ini
    Sekarang  aku harus bergerak dari titik gelap ini yah, tapi yah rasanya aku tak sanggup. sungguh. ini mulai diluar kendali,semuanya tidak terduga dan tak terencana. yah, sekarang aku ingin engkau ada disini, untuk menguatkanku meneruskan perjalananku, untuk mengatakan padaku " gak popo nduk semua pernah berbuat salah" iya satu kalimat pembenaran kali ini begitu berarti untukku. tapi kurasa semua itu memang sedikit mustahil untuk saat ini. bahkan otakku pun tak mau berbohong untuk membenarkan semua ini agar hatiku lebih tenang, dia sedang berkhianat padaku. 
   Ayah maafkan gadismu, aku akan beranjak dari titik ini. segera. aku berjanji. tapi untuk sekarang biarkanlah aku menyelesaikan semua urusan dengan dunia gelapku ini sebelum aku meninggalkan semua ini untuk kembali meneruskan perjalanan dijalan yang kau siapkan, saat itu terjadi. bantulah aku untuk menemukan arahku kembali yah, aku tau kau selalu menyayangiku apapun yang telah kulakukan. Aku merindukanmu Matahariku, Ayah.