Kau tau, aku bukan seorang gadis
cengeng yang menangis ketika apa yang ku inginkan tidak dalam dekapanku,
itu bukan aku….. Kau tau, meskipun kau bisa menyebutku manja karena selalu
berada dalam lindungan orang-orang tersayangku, bukan berarti aku akan menangis
sesuka hati untuk mendapatkan yang ku mau, itu bukan aku..
Tapi kali ini berbeda, aku belajar banyak hal
petang ini, kau tidak akan pernah tau apa yang ada di kepala orang lain, bahkan
orang terdekatmu. aku pun belajar bahwa rasa sayang saja tidak akan cukup untuk
‘membangun’ suatu hubungan dengan orang lain, saling mengerti, percaya dan
komitmen harus saling melengkapi agar semua bisa bertahan, sudah sudah, bukan
ini yang ingin kuceriakan petang ini, sekarang aku sedikit sesenggukan, iya aku
menangis kali ini, bukan karena orang memukulku, bukan karena targetku tidak
tercapai, bukan karena kangen seseorang, bukan, tebakan kalian kali ini tidak
ku benarkan :’)
Aku baru mengerti ucapan seseorang bisa lebih
tajam dari pisau, oke oke mungkin aku terlalu berlebihan menurut kalian, tapi
sungguh rasanya sakit, bahkan tanpa sempat aku marah rasa sedih telah
mendominasi rasaku saat ini, bahkan amarahku tersingkir, aneh, biasanya
amarahlah yang dominan disaat seperti ini,, hey, dia bukan menjelek-jelekanku,
dia juga tidak sedang memarahiku, hanya ucapan ringan diperbincangan penuh tawa
yang membuatku tersadar seperti apa aku dikepalanya, Aku bukan Edward yang bisa menerobos masuk ke
kepalanya, tentu saja aku terperanjat kaget, sakit? Iya itu pasti, terlebih
lagi dia salah satu orang kesayanganku, marah? Tidak, itu bukan kata yang tepat
untuk saat ini, bagaimana bisa aku marah dengan pikiran seseorang? Bahkan
presiden dan undang-undang pun tak bisa membatasi pikiran seseorang,,
Mungkin aku yang terbiasa menjadi sesuatu yang
dijaga dan disayang merasa sakit saat dinilai serendah itu, terlalu arogankah
aku? Entahlah.. jika itu orang lain yang mengatakannya mungkin aku akan
membiarkannya sambil lalu, tapi itu bukan orang lain, itu dia.. Kecewa? Iya,
mungkin itu kata yang paling tepat untuk mengambarkan keadaanku saat ini, aku
kecewa pada diriku yang membuat otakmu berfikir seperti itu,sekarang aku sedang
berfikir, mungkin ucapanmu itu benar, aku memang serendah itu, hahaha entahlah
otakku kacau sekarang, kalau aku tidak menumpahkannya ditulisan ini mungkin
akan terasa sakit atau bahkan lebih.
Tidak ada maksud lain untuk menumpahkannya disini,
aku hanya ingin memberitahu apa yang kurasakan,
Yah, aku begitu merindukanmu sekarang, banyak sekali
pertanyaan dalam kepalaku :’)
Bu, aku ingin dalam dekapanmu sekarang, itu selalu
berhasil menyembuhkanku :’) :’)
Kak, aku ingin berbagi isi otakku sekarang, aku
ingin kamu membantuku menemukan jawaban seperti biasa :’)
Beb, aku ingin kamu disini sekarang mendengarku
dengan sabar seperti biasa :’)
Hey, kalian, sekarang aku sedang sendiri disini.







