Rabu, 15 Januari 2014

Sebuah Harapan Kotak Pandora

Sekarang aku sedang mengingatnya, salah satu dongeng yang dibacakan saat aku kecil, kotak Pandora , dongeng dari mitologi yunani ini selalu berhasil memikatku..
Dongeng ini sebenarnya masih ada hubungannya dengan legenda si prometheus yang membantu Zeus dalam penciptaan dunia. Prometheus dianggap menghianati Zeus dengan usahanya mencuri cahaya pengetahuan dipuncak olympus, singkat cerita Zeus murka dan menghukumnya. Tidak hanya berhenti sampai disana Zeus mengutus  Hephaetus untuk membuat patung wanita cantik, sesosok gadis yang akan membawa petaka pada Ras pria. Penciptaan patung itu juga dipenuhi berkah oleh para Dewa dan Dewi.
Athena memberikannya ketangkasan dan roh, Aphrodite memberikannya kecantikan, Hermes memberikannya keahlian  berbahasa, Demeter menunjukkannya cara memelihara taman, Apollo mengajarinya bernyanyi dengan merdu dan memainkan alat musik petik, Poseidon memberinya kalung mutiara dan kesaktian agar tak pernah tenggelam.
      Horae menambah daya tarik patung itu dengan menghiasi rambutnya dengan rangkaian bunga untuk membangkitkan ketertarikan para pria padanya. Hera memberinya rasa ingin tahu yang besar . Zeus membuatnya nekat, nakal, dan suka bermalas-malasan. Melihat hasil karya yang sempurna Zeus begitu senang dan akhirnya memberi patung tersebut kehidupan , namanya Pandora yang artinya “seluruh anugerah”.
  Kemudian Zeus menghadiahkan Pandora pada Ephimetus kakak dari Prometheus, meskipun prometheus sudah memperingatkan kakaknya ini semua tipu muslihat Zeus, tapi Ephimetus telah terpikat oleh kesempurnaan Pandora.  Setelah beberapa waktu menikah Ephimetus menemukan kotak dalam kamar Pandora dan menanyakan kepada istrinya, Pandora menjelaskan kotak tersebut adalah hadiah dari Zeus, tapi dia dilarang membuka kotak itu apapun yang terjadi, baik Pandora maupun Ephimetus menaatinya tapi pada suatu hari Pandora yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi tidak dapat menahan untuk tidak membuka kotaknya. Seketika asap hitam tebal dan suara gemuru memenuhi ruangan dari dalam kotak pandora berhamburan segala macam keburukan seperti penyakit, kesedihan dan keputusasaan,sejak saat itu bumi mengenal penyakit dan keburukan tersebut,Pandora yang ketakutan berusaha menutup kembali kotaknya, sebelum menutup kembali kotak tersebut dia menemukan benda kecil berada di bagian bawa kotak sebuah “Harapan”.
Aku masih mengingat kalimat penutup dari dongeng yang dibacakan untukku “Benda inilah yang kelak digunakan manusia di Bumi untuk terus bertahan dari segala macam penyakit, wabah, kesedihan, dan segala macam penderitaan lainya.”
Sebagai gadis kecil, dulu aku begitu penasaran dengan harapan, bagaimana cara kerjanya menghadapi segala penyakit dan semua keburukan, padahal dia hanya benda kecil dalam cerita tersebut. Aku pun bertanya dimana aku bisa menemukan harapan tanpa harus membuka kotak pandora yang mengerikan,bahkan dulu aku sempat berfikir untuk menemukan kotak pandora dan melubangi bagian bawah kotak tersebut agar bagian atas yang mengerikan tidak ikut keluar hahaha.
Pendongeng tersayangku berkata “Disini,harapan ada disini” sambil menunjuk dadaku dan merengkuhku dalam pangkuannya. “disaat paling kacau dan sesedih apapun, masih ada setitik harapan untuk menyembuhkan semua luka, semua manusia mempunyai kesedihan dan harapan,sekarang tinggal kamu mau memilih yang mana” jelasnya sambil mencolek hidungku seperti biasa..
Aku hampir lupa dengan pesan sederhana ini yah, selalu ada harapan bahkan saat titik terbawah hidupmu, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini, aku percaya kekuatan doa dan harapan. Terimakasih telah membesarkanku dengan kasih sayang yang begitu hebatnya yah, sekarang aku merindukan dogeng-dogengmu  hahaha :’)
 ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar