Minggu, 15 Desember 2013

di sepertiga malam yang berbeda

   Di sepertiga malam itu hatiku begitu terasa penuh, rasa sesak, gelisah, takut, marah semua keluar tak terkendali,aku menangis sekeras mungkin tanpa peduli orang lain mendengarnya..
   Maaf ya Rabb semalam mungkin aku terlihat seperti tidak mensyukuri nikmatmu,bukankah sakit dan sehat,susah dan senang, kaya dan miskin semua merupakan nikmatmu? aku tak mau menjadi hambamu yang kufur nikmat,aku hanya merasa sudah berusaha sebaik yang aku bisa tapi tetap saja jalan di depan tak sejelas yang ku mau,yang bisa kulakukan hanyalah menyalahkanMu atas semua,tapi kau tau benar bukan,bukan itu maksud hatiku..Kau Maha Pengasih dan Maha Penyayang,pasti memahami semua yang ada dalam hatiku..
   Sekarang aku hanya pasrah kepadaMU,apapun yang terjadi aku percaya itu yang terbaik untukku,tenanglah, aku tak akan menyalahkan keadaan lagi,percayalah, aku tak akan merasa tidak adil lagi,lihatlah aku tidak akan menyerah,bukankah kau tidak suka hambaMu yang berputus asa? aku yakin semua akan baik-baik saja,aku yakin dan percaya,,
   ya Rabb biasanya aku hanya menangisi semuanya sendiri,di atas sajadah dan sepertiga malamku,aku selalu berharap hidupku ini bisa membahagiakan orang di sekitarku,tanpa menjadi beban,tanpa menjadi kekhawatiran di hati orang-orang yang menyayangiku.
   Di sepertiga malamku kali ini berbeda,aku di temani olehnya, dia mendengarkanku dengan sabar,ya ini pertama kali aku menumpahkan semua kegelisahanku yang "seutuhnya" kepada orang lain,aku yang tanpa topeng 'kuat' dan 'bisa' menerima semuanya,wajah tanpa 'topeng kaca' yang biasanya hanya bisa Kau lihat,kali ini aku berbagi dengannya.
   Suaranya begitu tenang dapat menentramkan amarahku yang entah dari mana asalnya begitu kuat malam itu,ya Rabb bolehkah aku bergantung padanya? sungguh aku berterimakasih padaMu yang telah mengirimnya untuk menemaniku. Aku begitu tertegun ketika dia mengajakku berdoa bersama kepadaMU,mungkin kami berbeda cara dan perantara,agama kami berbeda tapi aku percaya Tuhan itu ESA, entahlah,, yang jelas aku merasa lebih tenang saat itu..
    ya Rabb,kau tau malam itu banyak sekali kata "SEANDAINYA" muncul dalam benakku,ya tanpa kusebutkan kau tau maksudku,tenanglah aku akan sekuat tenaga mengikuti syariatmu, berilah kekuatan hatiku untuk selalu bertaqwa dan selalu mencintaiMu, agar kata "SEANDAINYA" itu tak muncul lagi di dalam benakku,tapi sepertinya itu bukan hal yang buruk untuk di fikirkan :))
    aku siap menghadapi semuanya :) terimakasih mood boosterku :)

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar