Sabtu, 07 September 2013

bukan Matahari,mungkin cahaya lilin

Ayah,kau tau aku menemukan kakak yang mengayomi sepertimu..
memang bukan "matahari" sepertimu yang menerangi dan selalu menuntunku saatku mulai bimbang,tidak bukan seperti itu,kau mungkin tak akan tergantikan :)
kakak lebih mirip cahaya lilin dalam hidupku,tapi bukan pembawa lilin seperti sosok istimewa untuk dirinya :p
Kau tau yah,kebiasaannku merecoki orang dengan isi kepalaku tidak hanya denganmu,sekarang aku biasa berbagi dengan kakakku,dia bilang padaku kalo dia bukan orang yang baik,tapi apa peduliku? dia baik untukku itu sudah cukup,siapa manusia yang tak punya kesalahan?
Yah,hari itu aku tidak dalam keadaan baik,kau tau aku memang paling benci di bohongi,aku pun ingat kau selalu mengajarkanku untuk memaafkan,tapi anak nakalmu ini susah patuh,ya gadismu ini kadang tidak sesuai harapanmu,maaf yah..
kau tau apa yang kakak bilang ketika aku berkata sedang membenci sesuatu?
gak akan mungkin keburukan ditambah keburukan akan menjadi kebaikan :) kamu gak perlu khawatir pada apa dan bagaimana orang lain lakukan padamu dek,,yang penting bagaimana kamu memperlakukan orang lain..
BINGGO! yah, kau pernah berkata hampir sama kepadaku saat itu,kenapa aku tidak mengingatnya baik baik,payah memang -_- 
aku merasa 'dejavu' dan merasa semakin buruk,kok bisa mengisi hati dengan perasaan benci yang tak perlu,bikin toksisitas hati meningkat aja,aku ingin mengakhiri penyakit hatiku ini dengan mencoba berdamai dengan kebencianku dan mengurus dengan yang terlibat :)
"kalaupun dia tidak punya alasan akan tindakannya,kamu yang santai saja gak ada yang perlu dikhawatirkan.."
"Semua kebutuhanmu,masalah dan penyelesainnya telah disediakan oleh Tuhanmu,lalu apalagi yang kamu khawatirkan?pilihan oleh hatimu saja yang harus kamu khawatirkan dek.."
Deg,lagi dan lagi aku merasa tertohok,,
aku takut menjadi pribadi yang salah karena pilihan hatiku..
"Kamu adalah cerminan orang tuamu.. Keluhuran hati cerminan kasih sayang mereka terhadapmu, kepintaran cerminan disiplin dalam mendidikmu.." yah,aku tak ingin mengecewakanmu,sungguh..

Yah kau selalu berulang kali berkata padaku tentang pilihan hati,kau selalu mengutamakan 'kebaikan hati',kau pun selalu berceloteh tentang hatiku yang kau banggakan,masih samakah hatiku seperti dulu? aku ragu yah..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar