Senin, 02 September 2013

3 September



Akhir juni 2007
                Saat itu awal aku berjumpa denganmu,kamu berdiri di lorong kelas sambil tertawa bersama beberapa anak laki laki,aku hanya duduk di bangku panjang depan kelas,mengamati lingkungan baruku zona Abu  abu putih ya,aku murid baru di SMA itu sama sepertimu, aku X-3 dan kamu X-4, aku hanya sekedar melihat ‘tinggi yah’ itu saja pikirku sambil lalu dan melanjutkan bercengkrama dengan teman baruku.
Siang itu pulang sekolah kami murid baru di kumpulkan kakak kelas berdasarkan tinggi kami,aku benci dengan tinggi badanku 168 cm ini. ‘apalagi ini,aku sudah lapar pengen cepet pulang’. Kudengar dari depan bahwa kami dikumpulkan untuk menjadi peserta gerak jalan dan Anggota paskib untuk 17an nanti. DEG ‘aku gak bisa,mana kuat aku,tidak tidak aku akan mengundurkan diri nanti,boro boro jalan jauh capek dikit udah tebal’. Saat itu aku melihatmu lagi berdiri di barisan depan sebelah kanan,diam saja tanpa mengatakan apapun,tanpa mengangkat tangan untuk bertanya. Kami di bagi menjadi 2 kelompok dan aku masuk untuk menjadi anggota paskib,setelah kakak kakak itu memperdebatkannya ‘sedang ada perebutan murid baru ya.’pikirku sambil melirik kakak dengan pin di kerahnya ‘pasmaga’ dan sebelahnya seperti anggota pramuka.
                Entah bagaimana awalnya,akhirnya aku jadi anggota pengibaran 17 Agustus nanti,tidak bisa menghindar. ‘ya nikmati saja,gak usah di buat susah,ini lebih baik kok daripada aku latihan siang siang jalan keliling kota,no no!’ pikirku saat itu .
                Hari yang dinanti telah datang,meskipun di awal tadi penuh keterpaksaan tapi disini aku menemukan teman dari berbagai kelas yang  menyenangkan.aku nyaman bersama mereka. Kamu juga terlihat di dalam barisan yang sama denganku,hahaha aku baru menyadarinya beberapa hari sebelum hari H,padahal kita latihan sudah hampir 1 bulan lebih,entahlah saat itu kamu tidak menyita perhatianku.pengibaran hari itu sukses.
                Akhirnya aku pun memutuskan untuk ikut ekskul Paskibra di SMAku “Pasmaga”. Kamu pun ikut bergabung.
                                                                                                *****
Kamu yang kagok dengan teman teman cewekmu.kamu yang lebih suka diam. Kamu yang paling bersemangat di lapangan bola. kamu yang suka benerin kaca mata saat gugup. ‘Lucu ya’ pikirku. Kita semakin dekat,yang awalnya hanya sebatas melihat menjadi kenal dan sekarang kita ‘bersaudara’ di ekskul tercinta ini. Saat itu aku melihatmu sebagai teman yang menarik bukan seorang pria.
Waktu berjalan cepat ya? Itu 6 tahun yang lalu awal kita ketemu di waktu SMA,sekarang kita kuliah di Universitas yang sama. Siapa yang sangka aku memilih teman lucuku itu sebagai pacarku sekarang. Hari ini hari pertama kita menginjak tahun ketiga kita pacaran ya, 3 september 2013. Sekarang aku sedang tersenyum mengingat semuanya.
kamu yang selalu diam tapi pengertian.
Masih ingatkah kamu,dulu aku pernah menangis sepulang sekolah di belakang lemari ekskul? Kamu hanya diam melihatku,menemaniku tanpa berkata sepatah kata pun. Aku lama ya nangisnya? Hampir sampai jam 5 sore seingatku. kamu membiarkanku menangis sepuasnya dan mengantarku pulang. Ingat candaanmu saat aku merengek tetep gak mau pulang ‘Mau tak bawa ke rumah ta? Ada kandang ayam kosong dirumah’ hahaha saat itu aku hanya mencubitmu,senjata andalanku.

Kamu tempat curhat terbaikku
Entah sejak kapan ini dimulai,aku selalu menceritakan semua keluh kesahku padamu. Memang dasarnya aku bukan tipe orang yang bisa memendam semuanya sendiri. Tapi kenapa saat itu aku memilihmu diantara banyak teman temanku? Aku pun tak tau,yang ku tau aku nyaman bercerita padamu.

Kamu dan layang-layang
Sore itu cerah,aku ingin sekali bermain layang-layang saat melihat salah satu temanku memainkannya di tengah lapangan bundar. Aku mengutarakan keinginanku.. “haduh phe kayak anak kecil aja,siapa yang mau maen gituan sekarang?” ucap salah satu teman cewekku,kami sedang berkumpul sepulang latihan rutin. Aku hanya diam,sedikit kecewa ‘ah,mungkin aku mau ngajak ayahku saja nanti’. Kamu tanpa banyak bicara,berdiri dan berjalan ke tengah lapangan menghampiri temanku tadi. Aku melihatmu,hampir tak berkedip saat kamu berdiri di depanku membawa layang-layang di tanganmu. teman-temanku yang lain langsung saja menarik layangannya dan berlarian ke lapangan. Kita main layangan di lapangan sekolah. Saat itu aku begitu bahagia memiliki teman seperti kalian, sekarang setelah aku mengingat ulang, kamulah yang menuruti keinginan ‘cildish’ku tanpa malu ,iya kamu :)

Kamu dan jaga malam
Saat itu perkemahan desa bahagia( PDB) kita anggota paskibraka kabupaten sering menyebutnya “Perkemahan Desa Berdarah” hahaha karena Calon anggota akan di gembleng secara mental dan fisik selama 1 minggu penuh. Tapi kali ini aku bukan mau menceritakan saat kita menjadi junior,sama sama di siksa dan bertahan disini. Bukan,bukan itu. Sekarang aku sedang mengingat PDB 2009,kita panitia sedang mengundi senior yang akan menjaga posko dalam rute perjalanan jam 12 malam nanti. Aku berdoa jangan sampai aku jaga pos kuburan, saat junior dulu aku paling takut di pos itu, membayangkan aku jaga berjam jam disana ngeri rasanya. Naas undianku jaga pos kuburan,aku hanya diam,lemas. ‘hah,mau gimana lagi,masak iya sih aku bilang kalo takut,malu maluin’saat itu aku hanya berharap semoga pasanganku nanti anak yang tidak penakut, dan ternyata itu kamu, ya KAMU hehehe entah itu jodoh atau apa.. aku merasa lebih tenang saat itu,terlepas dari ngerinya ‘Pos Kuburan’.
                Dari jam 11 malam sampai jam 3 pagi kita duduk di depan kuburan,tugas kami menyenter 3 kali ke dalam kuburan sebagai tanda saatnya keluar dari sana bagi para peserta. Kau pasti tau aku yang sedikit ‘istimewa’ ini tidak terlalu tahan dengan angin malam dan atributnya.tubuhku mulai lemas ‘ah,plis jangan sakit sekarang,itu memalukan’ kamu hanya diam dan melepas jaketmu untukku,mau menolak pun rasanya sudah lemas.kamu duduk di sampingku dan meminjamkan pundak untuk bersandar,tetap diam. Kamu tau saat itu jantungku rasanya mau melompat hahaha itu pundak pria pertama selain ayah dan saudaraku yang ku buat untuk bersandar. Yang kulihat kamu hanya diam dan beberapa kali membenahi letak kaca matamu yang tidak berubah ‘ternyata kamu pun sama gugupnya denganku’pikirku sampil tersenyum

Kamu dan perhatianmu
saat kelas 3 aku sekelas denganmu,kita semakin dekat. Kamu ingat saat aku kecelakaan? Jangan tanya insiden jatuh yang mana *terlalu banyak aku terjatuh saat itu :v * yang jelas tangan kiriku tak bisa di gerakkan. Saat itu kita di perpustakan tugas mencari artikel pada kelas bahasa Indonesia,aku susah payah menghapus catatanku dengan tangan kanan saja,kamu tanpa banyak bicara memegang bukuku,sehingga aku dengan mudah menghapusnya.simpel memang tapi manis..
kamu pasti paling mengerti seberapa banyak aku pingsan dan mimisan saat disekolah,sikapmu yang biasanya diam dan tenang,terlihat grusah grusuh saat melihat darah menetes dari hidungku .kamu tau aku menikmatinya,nakal memang hahaha.. tapi aku senang ketika aku terbangun dari pingsan ada kamu yang menanyakan keadaanku,ya aku senang meski aku  tak senang dengan tubuhku yang sedikit ‘istimewa’ ini. Hey!kamu juga pernah menggendongku saat aku pingsan,iya kamu,dasar mencuri start :p
kalo aku tulis semua mungkin gak akan ada habisnya perhatianmu untukku dalam 6 tahun ini, terimakasih ya..

Kamu dan Kamu dalam berbagai bagian hidupku
aku sudah bingung mau menulis apa,terlalu banyak yang ingin ditulis,banyak memory tentang kita 6 tahun ini,mengingatnya saja membuat tubuhku terasa hangat :) . Bahkan sebelum kamu menjadi pacarku pun kamu telah menjadi bagian penting dalam hidupku.  Dan sekarang?? Tetap kamu menjadi terpenting dalam hidupku. Kamu yang sekarang bersamaku sama dengan 6 tahun yang lalu, tidak berubah. Tetap perhatian dan hangat..eh tapi ada yang sedikit berubah, kamu yang dulu selalu banyak diam sekarang lebih cerewet :v hahaha kalo pinjem istilahnya tya,adekku “mas koko terkontaminasi mbak phe” hahaha iya aku memang pribadi yang bertolak belakang denganmu aku gadis periang yang tidak bisa diam. Apapun itu sekarang kita saling melengkapi. Aku berharap kebersamaan ini tetap berlanjut. Terimakasih telah menyayangiku,terimakasih selalu sabar disampingku, terimakasih selalu menguatkanku..
Hey Kamu yang suka naik gunung..
sekarang 3 September 2013,aku bersyukur telah melalui hari hari ku denganmu..

Hey Kamu yang suka futsal sampe lupa makan..
Sekarang 3 September 2013,aku bersyukur kamu ada untuk menguatkanku,menjagaku dan menyayangiku..

Hey Kamu yang pendukungn AC Milan..
Sekarang 3 september 2013,aku bersyukur memilikimu yang mengenggam tanganku saat kesulitan dan tau kapan harus melepaskan tanganku untuk berproses menjadi dewasa..

Hey Kamu pria berkacamata..
Sekarang 3 September 2013,aku ingin tahun depan kita lulus bareng,ayo jangan mau kalah sama aku :D

Hey Kamu pria tersayangku..
Sekarang 3 september 2013,aku berharap tidak hanya 6 tahun ini kamu mengisi hariku,tidak harus sampai 100 tahun kedepan kita bersama,aku hanya ingin berada disamping sampai tuhan memanggilku disisiNYA :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar