Sore itu begitu tenang,hanya
ada gadis kecil yang duduk termenung diserambi rumahnya,tanpa ada
senandung lagu ceria dari bibirnya,hanya diam,entahlah apa yang ada
pikirkannya..
tangan hangat menyetuh pundaknya dari belakang,gadis kecil itu menoleh,tersenyum manis..
"yah,ayah pernah merasa takut?"
"tentu saja pernah.."jawab ayahnya sembari duduk disamping putri kecilnya
gadis itu mengernyitkan dahinya heran..
"ketakutan ayah sudah hilangkan sekarang?" tanya gadis kecil itu penasaran,sang ayah paling tau bagaimana gadis kecilnya akan terus bertanya sampai dia menemukan jawaban yang bisa diterimanya
"belum,mungkin tidak akan pernah" jawab ayahnya
"jadi ketakutan ketakutan itu tidak bisa hilang yah?tapi kenapa ayah sekarang tidak terlihat sedang ketakutan?"
sang ayah paling mengerti pola pikir gadis kecilnya, dia menarik gadis kecilnya dalam pangkuannya sambil berkata
"terkadang ketakutan menghilang dan terkadang mereka digantikan oleh ketakutan ketakutan yang baru"
gadis itu diam memandangi ayahnya lekat lekat,sang ayah melanjutkan lagi
"menjadi seorang pemberani bukan berarti tidak mengenal rasa takut,yang membuatmu menjadi pemberani adalah ketika ditengah ketakutan itu kamu belajar mengendalikan rasa takutmu dan belajar cara terbebas darinya,begitulah yang harus kamu lakukan" sambil mencolek hidung gadis kecil itu menggodanya
gadis kecil itu tersenyum,dan mulai menceritakan kerisauan yang di laluinya hari ini,tak lama setelah bercerita serambi rumah kecil itu sudah dipenuhi gelak tawa ceria si gadis kecil itu.ya seperti biasanya..
tangan hangat menyetuh pundaknya dari belakang,gadis kecil itu menoleh,tersenyum manis..
"yah,ayah pernah merasa takut?"
"tentu saja pernah.."jawab ayahnya sembari duduk disamping putri kecilnya
gadis itu mengernyitkan dahinya heran..
Bukankah ayahku orang paling pemberani di dunia ini? bagaimana mungkin ayahku ketakutan?apa yang membuat ayahku takut?"siapa yang tidak punya ketakutan dalam hidupnya semua orang punya" imbuh ayahnya sambil tersenyum
"ketakutan ayah sudah hilangkan sekarang?" tanya gadis kecil itu penasaran,sang ayah paling tau bagaimana gadis kecilnya akan terus bertanya sampai dia menemukan jawaban yang bisa diterimanya
"belum,mungkin tidak akan pernah" jawab ayahnya
"jadi ketakutan ketakutan itu tidak bisa hilang yah?tapi kenapa ayah sekarang tidak terlihat sedang ketakutan?"
tidak mungkin ayahku kan pemberani,bukankah ayah selalu bilang untuk menjadi anak yang berani menghadapi semua yang ada?kalo aku berani seharusnya aku tidak akan merasa takut lagi kan"berarti mereka tidak bisa menghilang yah?" imbuh gadis kecil itu penuh selidik
sang ayah paling mengerti pola pikir gadis kecilnya, dia menarik gadis kecilnya dalam pangkuannya sambil berkata
"terkadang ketakutan menghilang dan terkadang mereka digantikan oleh ketakutan ketakutan yang baru"
gadis itu diam memandangi ayahnya lekat lekat,sang ayah melanjutkan lagi
"menjadi seorang pemberani bukan berarti tidak mengenal rasa takut,yang membuatmu menjadi pemberani adalah ketika ditengah ketakutan itu kamu belajar mengendalikan rasa takutmu dan belajar cara terbebas darinya,begitulah yang harus kamu lakukan" sambil mencolek hidung gadis kecil itu menggodanya
gadis kecil itu tersenyum,dan mulai menceritakan kerisauan yang di laluinya hari ini,tak lama setelah bercerita serambi rumah kecil itu sudah dipenuhi gelak tawa ceria si gadis kecil itu.ya seperti biasanya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar