Jumat, 23 Agustus 2013

Asal kau baik,asal kau menghargai orang lain

Bau karbol menyengat diruangan,sunyi.. terkadang terdengar suara langkah kaki yang berkeliling,setelah beberapa saat hening kembali,gadis itu terbaring di kasur sudut ruangan,selang infus dan pernafasan terpasang lengkap ditubuhnya dia tak bergerak hanya nafas yang naik turun itulah yang menandakan kehidupan,setelah tertidur cukup lama mata gadis itu mulai terbuka,disampingnya ada lelaki paruh baya yang sedang duduk tertidur bersandar di tepi kasurnya..

"sepertinya sudah pagi.." gumamnya pelan sedikit mengeryit kesakitan merasakan jarum infus ditangan kirinya,wajahnya menerawang jauh memandang keluar jendela rumah sakit,mengingat peristiwa terakhir yang terjadi.
pasti aku mengecewakan banyak orang,ahh!! ini kesalahanku,mereka sudah mempersiapkan lama untuk acara kemarin dan aku menghacurkannya,benar benar hancur.
"sudah merasa baikan? sepertinya demammu sudah turun" suara itu mengagetkan lamunannya,dia hanya tersenyum,dan mengangguk menjawab pertanyaan ayahnya.

"sudah jangan terlalu dipikirkan yang sudah terjadi,masih banyak kesempatan lain yang bisa kau temukan" lanjut ayahnya,
ah,ayah selalu saja tau apa yang dipikiranku,apa mungkin yang terpikir di kepalaku tertulis jelas di jidatku?tidak,tidak mungkin,itu karena dia ayahku,ya Ayah kesayanganku..
"yah,apakah aku juga mengecewakanmu?" tanya gadis itu,ayahnya hanya tersenyum memandang wajah putrinya,dia sudah hafal,pertanyaan seperti  ini adalah kalimat awal gadisnya untuk menceritakan sesuatu.

"aku sudah mengecewakan banyak orang kemarin,rasanya apapun yang akan kulakukan selanjutnya akan sia sia,atau memang sekarang aku sudah gagal dan haruskah aku berhenti?" ucapnya lemah seperti bicara untuk dirinya sendiri bukan untuk ayahnya.

"Ada saat dalam hidupmu ketika kamu merasa semuanya sudah berakhir.."ucapan ayahnya ini membuat gadis itu sedikit tertarik dan mendengarkan

"tapi jika kamu mencoba melihat dari sudut yang lain,kamu akan melihat itu hanyalah suatu awal kisah yang baru." ucap ayahnya
"tapi apa yang akan dipikirkan orang lain terhadapku?bagaimana aku harus bersikap besok yah.." gadis itu menutup wajahnya dengan tangan

"Nduk,ingatlah ini,kau tak bisa menjalani hidupmu hanya berdasarkan pikiran orang lain,berhentilah merasa tersiksa dengan reaksi orang lain terhadapmu,karena kau tidak bisa menyenangkan semua orang."jawab ayahnya tegas

"Tak masalah kau diluar terlihat seperti apa,asal kau baik,asal kau menghargai orang lain" imbuh ayahnya,terlihat senyum simpul diwajah gadis itu.

"Kau ingat apa yang kita simpulkan saat kemarin kau bingung akan memulai semua ini?"
jika aku tidak mengejar apa yang aku inginkan,maka aku tidak akan mendapatkannya.. jika aku tidak mengambil langkah maju,maka aku akan berada di tempat yang sama..
"iya yah aku ingat.."jawabnya sambil menganguk dan tersenyum lebar lalu memeluk ayahnya
"yah,aku akan memulainya lagi,aku tau aku bisa dan aku mampu,karena aku anak ayah hehehe.."

"itu baru gadisku" sambil mencolek hidung putrinya seperti biasa menggodanya "jangan mimisan.." imbuhnya
"hehehe tenang yah aku kan kuat" ucap gadis itu ceria

                                                      -------------------------



Tidak ada komentar:

Posting Komentar