Sabtu, 25 April 2015

Logawa, 24 April 2015

Perjalanan kali ini tidak semenyenangkan biasanya, setelah dari cikarang dan sempat ‘mampir' kerumah tidak sampai 2x24 jam aku harus disini, iya sekarang aku sedang diatas kereta Logawa menuju Jember, sendirian.

Ku lihat dari jendela kereta langit yang sedari tadi mendung menumpahkan isinya, ahh semakin membuatku tak nyaman, hujan dan kota yang kutuju sedang mengingatkan semua tentangmu, bahkan kereta ini juga, terlalu banyak kenangan ini membuatku takut, takut menghadapi kenyataan saat aku tiba disana, iya kota Jember. Terakhir ku ingat sebelum meninggalkan kota itu aku menahan rindu untuk secepat mungkin kembali, sekarang? Hahaha ragu yang kurasakan.

Hujan semakin deras, sepertinya langit tau bagaimana suasana hatiku sekarang, aku hanya duduk diam melihat tetes tetesnya yang menghantam jendela, kenangan tentangmu tanpa bisa kuhindari sedang berputar di otakku, semuanya. Lamunanku terhenti dengan bunyi getar di sakuku , “sampe mana nduk, jangan lupa makanannya dimakan, dijaga kondisinya disana” isi sms dari ibu, ah ibu aku masih kangen sebenarnya tapi mau bagaimana lagi jadwal yang berantakan ini membuatku harus berada disini meninggalkan beliau dirumah, setelah ku balas pesan singkat dari ibu, aku kembali mematung melihat jendela, sekarang semakin banyak yang menyeruak memaksa masuk ke dalam otakku.. Ibu, Ayah, Adek, antara cita-cita dan target yang harus dilalui, rencana masa depan ini dan itu.

Entahlah mungkin hanya perasaanku saja, kereta ini melaju semakin cepat, langit di luar mulai gelap, semakin ku pikirkan semakin yakin bahwa keputusan ini memang yang terbaik buat kita. Setelah membuang nafas berat berkali kali, aku sadar bahwa aku tidak lagi berhak bermanja-manja, memikirkan kesenangan dan kenyamananku saja, aku harus menghadapi posisiku sebagai ujung tombak dari keluargaku, secepat mungkin, iya secepatnya aku akan mengumpulkan tenaga untuk menjadi benteng ibu dan adik-adikku. Perasaanku padamu? Jangan ditanya, sudahlah nanti aku juga akan bisa menata semuanya dengan rapi, secepatnya.

Aku hanya berharap kita akan berjalan kearah yang lebih baik, aku percaya Allah bersama kita, tau yang terbaik buat kita, kalau pun memang benar kita harus berpisah aku yakin kita akan mendapatkan yang terbaik buat kita, kalau nanti kita bersama lagi? Berarti sekarang kita sedang diberi kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum nanti akhirnya bersama. Kulirik tiket keretaku, ah sebentar lagi aku akan sampai. Aku tersenyum membaca nama kereta ini “LOGAWA” legowo orang jawa bilang yang artinya lapang, iya aku hanya perlu legowo, melapangkan hati, dan menatanya dengan rapi lagi.

Hey, kamu, Jember dan seisinya, aku siap menginjakkan kaki dikotamu lagi, meskipun jalan di depa bukanlah jalan yang mudah , menyenangkan dan hangat. Aku harus menerobosnya, aku siap, aku harus siap!


Yah, aku kangen..benarkan semua keputusan ini? Aku begitu merindukanmu yah, aku percaya kau selalu mengawasiku, semoga saat ini kamu sedang tersenyum mengawasiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar