Perjalanan kali ini tidak semenyenangkan biasanya,
setelah dari cikarang dan sempat ‘mampir' kerumah tidak sampai 2x24 jam aku
harus disini, iya sekarang aku sedang diatas kereta Logawa menuju Jember,
sendirian.
Ku lihat dari jendela kereta langit yang sedari
tadi mendung menumpahkan isinya, ahh semakin membuatku tak nyaman, hujan dan
kota yang kutuju sedang mengingatkan semua tentangmu, bahkan kereta ini juga,
terlalu banyak kenangan ini membuatku takut, takut menghadapi kenyataan saat
aku tiba disana, iya kota Jember. Terakhir ku ingat sebelum meninggalkan kota
itu aku menahan rindu untuk secepat mungkin kembali, sekarang? Hahaha ragu yang
kurasakan.
Hujan semakin deras, sepertinya langit tau
bagaimana suasana hatiku sekarang, aku hanya duduk diam melihat tetes tetesnya
yang menghantam jendela, kenangan tentangmu tanpa bisa kuhindari sedang berputar
di otakku, semuanya. Lamunanku terhenti dengan bunyi getar di sakuku , “sampe
mana nduk, jangan lupa makanannya dimakan, dijaga kondisinya disana” isi sms dari
ibu, ah ibu aku masih kangen sebenarnya tapi mau bagaimana lagi jadwal yang
berantakan ini membuatku harus berada disini meninggalkan beliau dirumah,
setelah ku balas pesan singkat dari ibu, aku kembali mematung melihat jendela,
sekarang semakin banyak yang menyeruak memaksa masuk ke dalam otakku.. Ibu,
Ayah, Adek, antara cita-cita dan target yang harus dilalui, rencana masa depan
ini dan itu.
Entahlah mungkin hanya perasaanku saja, kereta ini
melaju semakin cepat, langit di luar mulai gelap, semakin ku pikirkan semakin
yakin bahwa keputusan ini memang yang terbaik buat kita. Setelah membuang nafas
berat berkali kali, aku sadar bahwa aku tidak lagi berhak bermanja-manja,
memikirkan kesenangan dan kenyamananku saja, aku harus menghadapi posisiku
sebagai ujung tombak dari keluargaku, secepat mungkin, iya secepatnya aku akan
mengumpulkan tenaga untuk menjadi benteng ibu dan adik-adikku. Perasaanku
padamu? Jangan ditanya, sudahlah nanti aku juga akan bisa menata semuanya
dengan rapi, secepatnya.
Aku hanya berharap kita akan berjalan kearah yang
lebih baik, aku percaya Allah bersama kita, tau yang terbaik buat kita, kalau
pun memang benar kita harus berpisah aku yakin kita akan mendapatkan yang
terbaik buat kita, kalau nanti kita bersama lagi? Berarti sekarang kita sedang
diberi kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum nanti akhirnya bersama. Kulirik
tiket keretaku, ah sebentar lagi aku akan sampai. Aku tersenyum membaca nama
kereta ini “LOGAWA” legowo orang jawa bilang yang artinya lapang, iya aku hanya
perlu legowo, melapangkan hati, dan menatanya dengan rapi lagi.
Hey, kamu, Jember dan seisinya, aku siap menginjakkan
kaki dikotamu lagi, meskipun jalan di depa bukanlah jalan yang mudah ,
menyenangkan dan hangat. Aku harus menerobosnya, aku siap, aku harus siap!
Yah, aku kangen..benarkan semua keputusan ini? Aku
begitu merindukanmu yah, aku percaya kau selalu mengawasiku, semoga saat ini
kamu sedang tersenyum mengawasiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar